Archive for September, 2005

WaNiTa DaN aiRMaTa..

Wednesday, September 28th, 2005

Seorang anak laki-laki kecil bertanya kepada ibunya “Mengapa engkau menangis?"
"Kerana aku seorang wanita", kata sang ibu kepadanya.
"Aku tidak mengerti", kata anak itu.
Ibunya hanya memeluknya dan berkata, "Dan kau tak akan pernah mengerti"
Kemudian anak laki-laki itu bertanya kepada ayahnya,
"Mengapa ibu suka menangis tanpa alasan?"
"Semua wanita menangis tanpa alasan", hanya itu yang dapat dikatakan oleh ayahnya.
Anak laki-laki kecil itu pun lalu tumbuh menjadi seorang laki-laki dewasa, tetap ingin tahu mengapa wanita menangis.
Akhirnya ia menghubungi Tuhan, dan ia bertanya,
"Tuhan, mengapa wanita begitu mudah menangis?"
Allah berfirman:
"Ketika Aku menciptakan seorang wanita, ia diharuskan
untuk menjadi seorang yang istimewa. Aku membuat bahunya cukup kuat untuk menopang dunia; namun, harus cukup lembut untuk memberikan kenyamanan "
"Aku memberikannya
kekuatan dari dalam untuk mampu melahirkan anak dan menerima penolakan yang seringkali datang dari anak-anaknya "
"Aku memberinya
kekerasan untuk membuatnya tetap tegar ketika orang-orang lain menyerah, dan mengasuh keluarganya dengan penderitaan dan kelelahan tanpa mengeluh "
"Aku memberinya
kepekaan untuk mencintai anak-anaknya dalam setiap keadaan, bahkan ketika anaknya bersikap sangat menyakiti hatinya "
"Aku memberinya
kekuatan untuk mendukung suaminya dalam kegagalannya dan melengkapi dengan tulang rusuk suaminya untuk melindungi hatinya "
"Aku memberinya
kebijaksanaan untuk mengetahui bahwa seorang suami yang baik takkan pernah menyakiti isterinya, tetapi kadang menguji kekuatannya dan ketetapan hatinya untuk berada disisi suaminya tanpa ragu "
"Dan akhirnya, Aku
memberinya air mata untuk dititiskan.
Ini adalah khusus miliknya untuk digunakan bilapun ia perlukan."
"Kau tahu:
Kecantikan seorang wanita bukanlah dari pakaian yang dikenakannya, susuk yang ia tampilkan, atau bagaimana ia menyisir rambutnya."
"
Kecantikan seorang wanita harus dilihat dari matanya, kerana itulah pintu hatinya – tempat dimana cinta itu ada."

IsTiMeWaNya KiTa SbG WaNiTa..

Sunday, September 18th, 2005

Beruntungnya seorang wanita yg ada rahim ini ialah dia bekerja
dengan Tuhan… jadi ‘kilang ‘ manusia.
Tiap-tiap bulan dia diberi cuti bergaji penuh…
7 sehingga 15 hari sebulan dia tak wajib sembahyang
tetapi Allah anggap diwaktu
itu sembahyang terbaik darinya.

Cuti bersalin juga sehingga 60 hari.
Cuti ini bukan cuti suka hati
tapi cuti yang Allah beri sebab dia bekerja dengan Allah.
Orang lelaki tak ada cuti dari sembahyang…
sembahyang wajib baginya dari baligh sehingga habis nyawanya.

Satu lagi berita gembira untuk wanita,
Sepanjang dia mengandung
Allah sentiasa mengampunkan dosanya,
Lahir saja bayi seluruh dosanya habis.
Inilah nikmat Tuhan beri kepada wanita,
jadi kenapa perlu takut nak beranak?

Marilah kita pegang kepada tali Allah.
Seandainya wanita itu mati sewaktu bersalin, itu dianggap mati syahid
Allah izinkan terus masuk Syurga.
Untuk orang kafir dia tak dapat
masuk Syurga tapi
Allah beri kelonggaran siksa kubur.

Untuk peringatan semua wanita yang bersuami
seluruh kebaikan suaminya, semuanya isteri dapat pahala
tetapi dosa-dosa suami dia tak tanggung.
Diakhirat nanti seorang wanita solehah akan
terperanjat dengan pahala extra yang banyak dia terima diatas segala
kebaikan suaminya yang tak disedari.
Bila dia lihat suaminya tengah terhegeh-hegeh di titian Sirat
dia tak nak masuk syuga tanpa suaminya,
jadi dia pun memberi pahalanya kepada suami untuk lepas masuk syurga.

Didunia lagi, kalau suami dalam kesusahan
isteri boleh bantu tambah lagi di akhirat.
Kalau seorang isteri asyik merungut,mulut selalu
muncung terhadap suami dia tak akan dapat pahala extra ini.

Manakala suami pula mempunyai tugas-tugas berat didalam dan diluar
rumah, segala dosa-dosa anak isteri yang tak dididik dia akan
tanggung ditambah lagi dengan dosa-dosa yang lain.

.: Wahai wanita..sama2lah kita renungkan..:D. Seistimewa ini Allah telah tempatkan kita. :.

WaNiTa UmPaMa PoHon SeMaLu

Wednesday, September 14th, 2005

Alwan4_20_9_5
Pada suatu hari, Rasulullah s.a.w berjalan-jalan bersama puteri
baginda, Saidatina Fatimah r.a. Setibanya mereka berdua di bawah
sebatang pohon tamar, Fatimah terpijak pohon semalu, kakinya berdarah
lalu mengadu kesakitan.

Fatimah mengatakan kepada bapanya
apalah gunanya pohon semalu itu berada di situ dengan nada yang sedikit
marah. Rasulullah dengan
tenang berkata kepada puteri
kesayangannya itu bahawasanya pohon semalu itu amat berkait rapat
dengan wanita. Fatimah terkejut. Rasulullah menyambung kata-katanya
lagi. Para wanita hendaklah mengambil pengajaran daripada
pohon semalu ini dari 4 aspek.

Pertama, pohon semalu akan kuncup
apabila disentuh. Ini boleh diibaratkan bahawa wanita perlu mempunyai perasaan malu
(pada tempatnya).

Kedua,
semalu mempunyai duri yang tajam untuk mempertahankan dirinya. Oleh
itu, wanita perlu tahu mempertahankan diri dan maruah sebagai seorang
wanita muslim.

Ketiga, semalu juga mempunyai akar tunjang yang
sangat kuat dan mencengkam bumi. Ini bermakna wanita solehah hendaklah
mempunyai keterikatan yang sangat kuat dengan Allah Rabbul Alamin.

Dan
akhir sekali, semalu akan kuncup dengan sendirinya apabila senja
menjelang. Oleh itu, para wanita sekalian, kembalilah ke rumahmu
apabila waktu semakin senja.

Ambillah pengajaran dari semalu walau pun ia hanya sepohon tumbuhan yang kecil.

aDaB DaLaM BeRDoa

Thursday, September 1st, 2005

Dalam berdoa kepada Allah Ta’ala itu ada sepuluh adab iaitu:

(1) Sebaik-baiknya, ia memilih waktu-waktu yang mulia untuk memanjatkan doanya ke hadhrat Allah Ta’ala. Misalnya di waktu wukuf di Hari Arafah setahun sekali, atau pada bulan Ramadhan di antara bulan?bulan yang lain, atau pada hari Jumaat dari hari-hari yang lain dalam masa seminggu, dan di waktu tengah malam dalam masa malam hari. Allah telah berfirman:

“Dan pada waktu-waktu tengah malam, mereka memohon keampunan”
(Ad-dzariyat:18)

(2) Hendaklah ia mencari ketika dan keadaan yang baik, seperti masa berkecamuknya barisan-barisan hadapan pada sabilullah (peperangan untuk meninggikan syiar Allah), dan pada masa turunnya hujan lebat (di negara yang sukar dituruni hujan), dan pada masa rnendirikan solat-solat fardhu dan sesudahnya, dan masa-masa di antara azan dan iqamah, dan pada ketika bersujud dalam solat. Pendekata dikira mulianya sesuatu waktu itu kembali kepada kemuliaan keadaannya. Misalnya di waktu tengah malam, ketika itu hati sedang dalam keadaan bersih suci dan ikhlas serta terjauh daripada segala perkara yang meruncingkannya. Begitu juga waktu wukuf di Hari Arafah dan pada hari Jumaat, ketika itu seluruh perhatian sedang berkumpul dan hati sedang tolong menolong pada mencapai kerahmatan yang menyeluruh dari Allah.

(3) Hendaklah menghadapkan mukanya ke arah kiblat ketika memohonkan sesuatu doa, mengangkat tinggi kedua belah tangan., kemudian selesai berdoa, ia menyapu kedua belah tangan itu ke muka.Berkata Umar Ibnul Khattab r.a.: Seringkali Rasulullah s.a.w. ketika mengangkat kedua belah tangannya waktu berdoa, tidak meleraikannya melainkan sesudah disapukan dengan kedua belah tanngan itu ke wajahnya.
Ibnu Abbas pula berkata: Biasanya bila Rasulullah s.a.w. berdoa dirapatkan kedua belah tapak tangannya dan dijadikan bahagian dalam tapak tangan itu bersetentangan dengan wajahnya. Demikian cara-cara tangan ketika dalarn berdoa, dan baginda tidak pula, mengangkatkan pemandangannya ke arah langit.

(4) Hendaklah merendahkan suara antara perlahan dan kuat, Aisyah berkata dalarn memberikan penerangan tentang maksud ayat berikut:

"……Dan janganlah engkau mengangkat suaramu di dalarn solat, dan jangan pula merendahkannya sangat…… "
(al-Isra’: 110)

Kata Siti Aisyah, maksudnya ialah ketika membaca doa-doanya. Allah s.w.t. telah memuji Nabi Zakaria a.s. dengan firmanNya:

"Ketika ia menyeru Tuhannya dengan seruan perlahan-lahan."
(Maryarn: 3)
Firman Allah Ta’ala lagi:

"Serulah Tuhan kamu dengan merendahkan diri dan suara perlahan-lahan. "
(al-A’raf: 55)

(5) Janganlah sampai ia memaksa-maksakan dirinya dalam berdoa dengan bersajak-sajak. Sebaik-baiknya janganlah sampai melampaui doa-doa ma’tsurah (doa-doa yang dihafal dari Rasulullah s.a.w.), sebab dikhuatiri ia akan melampaui batas di dalam doanya, lalu ia merninta apa yang tak patut dimintanya. Perlu diketahui bahwa bukan sernua orang pandai menyusun doa terhadap Allah S.W.T.

(6) Hendaklah ia berdoa dengan penuh perasaan rendah diri, penuh kekhusyu’kan, penuh harapan dan kecenderungan dan juga penuh ketakutan.

(7) Hendaklah bersikap tetap di dalam doanya dan meyakini bahwa doanya itu akan dikabulkan oleh Allah s.w.t. serta membenarkan harapannya itu. Dalam hal ini, Rasulullah s.a.w. telah bersabda:Janganlah seseorang kamu berkata ketika berdoa: Ya Allah! Ya Tuhanku! Ampunilah aku jika Engkau menghendaki atau berkata:Ya Allah! Ya Tuhanku! Rahmatilah aku jika Engkau menghendaki. Malah hendaklah menguatkan keazaman dalam doanya itu, kerana Allah tiada pernah dipaksa atas pengabulan doa.

“Mintalah kamu sekelian kepada-Ku nescaya akan Aku kabulkan…,”
(Ghafir:60)

Berkata Rasulullah s.a.w.:

"Bila seseorang kamu berdoa, hendaklah ia memerbesarkan permohanannya, sebab tiada sesuatu pun vang dianggap besar di hadhrat Allah s. w. t."

Bersabda lagi Rasulullah s.a.w.:

"Berdoalah kepada Allah sedangkan kamu penuh keyakinan dikabulkan permintaan kamu itu, dan ketahuilah bahwasanya Allah tidak akan mengabulkan doa orang yang lalai hatinya.

(8) Hendaklah ia bersungguh-sungguh dan jangan berputus asa dalam doanya. Dan sebaik-baiknya diulang-ulangkan sampai tiga kalii, dan jangan sampai merasa terlalu lambat menerima pengabulan.

(9) Hendaklah ia memulakan doanya dengan sebutan nama Allah dan janganlah sekali-kali memulakan dengan permintaan dulu. Usai menyebut nama Allah, disebut pula salawat atas Nabi s.a.w. dan menutup doanya juga dengan sebutan salawat atas Rasulullah s.a.w juga.

(10) Mengerjakan adab kebatinan, dan itulah punca pengabulan dalam semua doa, iaitu bertaubat dan menghentikan segala macam penganiayaan serta menuju kepada Allah dengan penuh hati dan perasaan. Yang demikian itu adalah sebab yang paling hampir kepada terkabulnya segala permintaan.

BeLaiaN IbU .:HiJJaZ:.

Thursday, September 1st, 2005
Belaian Ibu
Album : Damai
Munsyid : Hijjaz


Tertanam naluri keibuan amat mendalam
Di jiwa insan yang mendambakan kebahagiaan
Oh… ibu

Di bahumu tergalas beban
Perjalananmu penuh rintangan
Kau titipkan kasih sayang
Sejujur pengorbanan
Tak ku nafikan

Di saat kita berjauhan
Rasa ingin ku berlari
Mendakapimu penuh girang
Bak si kecil kehilangan

Kau insan penyayang
Betapa ku merindu
Lembutnya belaian ibu
Membuatku terlena

Di wajah terlukis tenang
Debar di dada kau rahsiakan
Ku pastikan dikau aman
Dikurnia sejahtera
Tak ku lupakan

Di saat kita berjauhan
Rasa ingin ku berlari
Mendakapimu penuh girang
Bak si kecil kehilangan

Tiada aku tanpa ibu
Hanya (kau) satu didunia
Bertakhta dikau dijiwaku
Kau lah ibu yang tercinta

Kau insan pengasih
Betapa aku mengharap
Hadirnya restumu ibu
Membawaku ke syurga

Bersemi belaian kasih sayang nan berpanjangan
Darimu insan yang mendoakan kebahagiaan anak-anakmu
Oh… Ibu

HaraPaN TiDak BuTa .:ALaRm Me:.

Thursday, September 1st, 2005
Harapan Tidak Buta
Munsyid : Alarm Me


Berjalan di jalan yang terang
Agar tiada jatuh dan tersungkur
di persimpangan
Berhati bila di jalanan
Bimbang datang ujian
Menduga keimanan

Sudah menjadi suratan
Setiap sesuatu bersifat sementara
Jerih perit di dunia
Terungkai dek pawana
Hembusan ketaqwaan

Pilu melihat mereka
Dihimpit kemiskinan
Yang serba kekurangan
Berkat walau sedikit
Terukir keredhaan
Di wajah ketenangan

Masih ada harapan
Ubah nasib kehidupan
Bekalan ilmu yang berguna

Berjalan di jalan yang terang
Agar tiada jatuh dan tersungkur
di persimpangan
Berhati bila di jalanan
Bimbang datang ujian
Menduga keimanan

Berusaha hindar keculasan
Waspada kefakiran
Jerumuskan kekufuran
Maruah dibela dijaga
Tidak meminta-minta
Hanya Tuhan segala

Mereka fakir di dunia
Namun berilmu dan beramal mulia..